Home Article Penduduk Surga tak Mungkin Konflik di Dunia?

Penduduk Surga tak Mungkin Konflik di Dunia?

172
0
SHARE

Dalam satu kesempatan seorang Syiah menyampaikan tudingan yang sebetulnya selalu diulang-ulang oleh kalangan Syiah, bahwa tidak mungkin para Sahabat Nabi semuanya baik, karena di antara mereka telah terjadi konflik sebagaimana yang tertulis di dalam buku-buku sejarah. Ia menulis seperti di bawah ini:

Mustahil semua sahabat itu baik, karena di antara mereka terjadi perang dan pertumpahan darah yang sangat sengit, dengan puluhan ribu korban jiwa. Sudah pasti, tak mungkin semuanya baik.

Kalian [Ahlus Sunnah, ed.] meyakini hadis sepuluh orang yang dijanjikan Surga. Hadis sepuluh orang yang dijanjikan Surga ini bertentangan dengan al-Qur’an, sebab sesama Ahlul Jannah di antara mereka ada suasana damai, sesuai keterangan ayat: illa qilan salaman salama [QS 56: 26]. Bagaimana kok justeru Tholhah dan Zubair memerangi Imam Ali as?

Jadi pasti ada yang bukan Ahlul Jannah. Sesama Ahlul Jannah tidak akan saling memerangi. Dan itu shorihul Qur’an. Silahkan dijawab.

Kemudian tudingan ini dijawab secara ringkas oleh Ust. Farid Nu’man Hasan seperti berikut:
Semua Sahabat Nabi ‘adaalah, yaitu dijamin keadilannya. Maksudnya adalah keamanahannya dalam periwayatan hadits. Bukan “baik” dalam artian perangai atau perilakunya tidak ada kekurangan dan selalu terjaga dari kesalahan. Sebab yg seperti itu hanya dimiliki oleh para Nabi yang ma’shum (tanpa dosa).

Maka Ahlus Sunnah meyakini para Sahabat Nabi punya kesalahan dalam beberapa peristiwa, tetapi kebaikan dan jasa mereka terhadap Islam jauh lebih besar. Sampainya Islam, al-Quran, dan al-Sunnah kepada umat manusia adalah melalui peranan mereka.
Lalu ada talbis dan syubhat, yaitu menyamakan kehidupan manusia di Surga yang damai dengan kehidupan manusia di dunia. Ini tidak nyambung dan perbandingannya tidak apple to apple.

Semua bentuk permusuhan dan kata-kata kotor serta keji tidak ada di Surga, hilang semua itu nantinya. Sebagaimana di dunia banyak nenek-nenek, di Surga nanti tidak ada. Di dunia ini khamr (minuman keras) haram dan memabukkan, tapi di Surga boleh diminum dan tidak lagi memabukan.

Maka, di dunia manusia berbantah-bantahan, tapi di Surga sudah tidak ada lagi hal itu.
Seolah para Ahli Surga itu saat hidup di dunia sudah menjadi seperti di Surga nanti. Ini salah kaprah. Jika di Surga yang ada hanya kata-kata yang damai, maka penghuni Surga saat masih di dunia juga harus memiliki sifat seperti itu? Siapa yg punya pendapat seperti itu kecuali antum?

Lalu bagaimana dgn Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam? Mereka berselisih dan hampir bertengkar sampai tarik-tarikan jenggot dan kepala, seperti yang dikisahkan di dalam al-Qur’an (QS 7: 150). Apakah mereka tidak dijamin masuk Surga?

Tentu saja mereka adalah Ahli Surga, walaupun di dunia seperti itu.

Jadi, standar Ahli Surga adalah TIDAK BOLEH BERSELISIH DI DUNIA merupakan standar yang mengada-ada dan dibuat-buat.

Sekian.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here